Awal Berdiri: Berawal dari Kelompok Mahasiswa
Atlético Madrid, salah satu klub tersukses di Spanyol, lahir pada 26 April 1903. Klub ini didirikan oleh sekelompok mahasiswa asal Basque yang tinggal di Madrid. Awalnya, tim ini bernama Athletic Club de Madrid, sebuah cabang dari Athletic Club Bilbao. Para pendiri ingin membawa identitas dan semangat sepak bola Basque ke ibu kota Spanyol. Namun seiring waktu, klub berkembang menjadi entitas mandiri dan mulai membangun identitasnya sendiri.
Pada tahun 1921, Atlético resmi memisahkan diri dari Bilbao dan mulai menapakkan jejak sebagai klub besar di kancah sepak bola Spanyol. Periode ini menjadi titik penting dalam sejarah klub, karena Atlético mulai membangun fondasi kuat yang akan membawa mereka menuju kesuksesan besar.
Era Awal Kejayaan: Dominasi di Tahun 1940-an
Setelah perang saudara Spanyol, Atlético Madrid mengalami perubahan besar. Klub bergabung dengan tim militer Aviación Nacional dan sempat menggunakan nama Atlético Aviación. Dalam periode ini, mereka memenangkan dua gelar La Liga secara beruntun pada 1939–1940 dan 1940–1941. Keberhasilan ini membuat nama Atlético mulai diperhitungkan sebagai kekuatan besar di Spanyol.
Meski hubungan dengan angkatan udara hanya berlangsung beberapa tahun, era ini memberikan fondasi sejarah yang kuat dan meningkatkan popularitas klub di seluruh negeri.
Perkembangan Klub dalam Era Modern
Pada 1950-an hingga 1970-an, Atlético Madrid berkembang menjadi salah satu raksasa Spanyol. Mereka berhasil meraih sejumlah trofi La Liga, Copa del Rey, serta tampil gemilang di kompetisi Eropa. Salah satu pencapaian paling bersejarah adalah keberhasilan mereka mencapai final Liga Champions 1974 (saat itu Piala Champions Eropa). Namun, Atlético harus puas sebagai runner-up setelah dikalahkan Bayern Munich pada laga ulangan.
Meski gagal mengangkat trofi Eropa, pencapaian ini menjadi simbol kejayaan klub di level internasional. Di periode yang sama, Atlético juga menghasilkan banyak pemain legendaris seperti Luis Aragonés, yang kemudian menjadi pelatih paling berpengaruh dalam sejarah klub.
Kebangkitan Besar Bersama Diego Simeone
Era modern Atlético mencapai puncaknya saat kedatangan Diego Simeone sebagai pelatih pada 2011. Dengan gaya permainan yang dikenal solid, intens, dan penuh determinasi, Simeone mengubah Atlético menjadi klub yang disegani di Eropa. Mereka meraih gelar:
- La Liga 2013–2014 & 2020–2021
- Copa del Rey 2013
- Liga Europa 2012 & 2018
- Dua kali final Liga Champions (2014 & 2016)
Meskipun kalah di dua final melawan Real Madrid, reputasi Atlético sebagai klub yang sulit ditaklukkan semakin kuat. Di bawah Simeone, klub membangun identitas baru: kerja keras, disiplin, dan mental baja.
Identitas Klub: “Los Colchoneros” dan Fanatisme Suporter
Atlético Madrid dikenal dengan julukan Los Colchoneros, yang berarti “para pembuat kasur”—mengacu pada seragam bergaris merah putih yang menyerupai motif kasur tradisional Spanyol. Identitas ini melekat kuat dan menjadi ciri khas klub. Suporter Atlético, dikenal sebagai salah satu yang paling loyal di dunia, menganggap klub ini sebagai simbol kerja keras kelas pekerja Madrid.
Stadion modern mereka, Cívitas Metropolitano, juga menjadi ikon kebanggaan klub, menggantikan Vicente Calderón yang penuh sejarah.
Kesimpulan: Atlético Madrid, Klub dengan Semangat Perjuangan
Sejarah Atlético Madrid adalah kisah tentang kerja keras, pengabdian, dan kegigihan menghadapi raksasa-raksasa Eropa. Dari klub mahasiswa kecil hingga menjadi salah satu tim elite dunia, Atlético terus menunjukkan identitasnya sebagai klub yang berjuang tanpa menyerah. Dengan fondasi sejarah yang kuat dan budaya kompetitif tinggi, Atlético Madrid tetap menjadi kekuatan besar yang diperhitungkan dalam sepak bola global.
